Curhat alias curahan hati sering kali kita lakukan, entah sama temen, sahabat, saudara, ibu, bahkan kadang sampai ada yang kirim-kirim ke media media seperti radio, dan untuk mereka yang lebih kreatif memilih menuangkannya dalam tulisan seperti cerpen misalnya. Nah untuk kali ini aku akan sharing sedikit tentang curhat sama temen hasil dari baca sebuah buku, judulnya Smart Love karya Kusmarwanti M. Idham.. langsung cap cus deh cuy..
Curhat/Berbagi Dengan Sesama Jenis
Janganlah memberitahukan rahasia dirimu kepada orang yang durhaka kepada Allah (Umar ibnul Khattab)
Berbagi dengan sesama jenis bukan berarti kita tidak boleh percaya pada lawan jenis. Karena dalam ukhuwah, kepercayaan itu harus dibangun. Tanpa kepercayaan, mustahil kita bisa membangun prasangka baik dengan teman-teman kita. Bener ga?? Bener aja dah hihihi
Apakah kita hanya boleh curhat dengan sesama jenis aja?? Jawabnya, tidak. Kita boleh meminta bantuan dengan teman lawan jenis, namun bukan dalam kapasitas sebagai tempat curhat, di mana kita mencurahkan segala perasaan kita, hampir tanpa batas. Meskipun bagi sebagian orang terasa berat, namun kita bisa melalukannya jika kita mau belajar mempercayai teman sejenis tersebut.
Memberi kepercayaan kepada teman lawan jenis sering kali ditafsirkan lain. Bisa jadi dengan kita bercerita kepada lawan jenis, ia beranggapan mendapat perhatian khusus karena tidak semua orang diperlakukan begitu. Yang paling berbahaya adalah saat kita menceritakan beban kita kepada lawan jenis, lalu beranggapan bahwa kita telah menitipkan hati kita kepadanya. Bahaya bukan??
Dan taukah Anda, lebih berbahaya lagi jika kita membuka cerita lagi kepada lawan jenis yang lain, teman pertama kita itu tidak terima karena merasa dikhianati. Padahal dalam benak kita, mungkin tidak pernah terpikir akan mengistimewakan seseorang. Tetapi begitulah, kita tidak boleh menyalahkan teman, yang menurut kita, merasa ke-GR-an. Ia pantas merasa tersanjung karena ia memang mendapat perhatian khusus dari kita.
Ada banyak alasan ketika kita sulit untuk lebih dekat dengan teman sesama jenis--lebih enak dan lebih nyaman. Namun, tanpa kita sadari terkadang kenyamanan itu kita nikmati karena ada perasaan ingin disayang dan diperhatikan oleh lawan jenis tadi. Nah, kalau sudah begini, kita pasti mengharapkan sesuatu. Sesuatu itu adalah cinta. Saat kita memercayakan beban kepada sesama jenis, kita pun sebenarnya juga mendapatkan cinta. Tetapi cinta yang diberikan oleh teman sesama jenis dengan cinta dari lawan jenis kan berbeda rasanya??? Dan sering kali cinta yang terakhir inilah yang sering membuat ketagihan. Menikmati kenyamanan berhubungan dengan lawan jenis terasa indah, tapi sesaat. Karena cinta yang berpamrih itu memang tidak pernah abadi dan langgeng, kecuali berpamrih pada Allah dengan sepenuh jiwa dan raga. Insya Allah..
Nah, dari sini kita bisa petik, bahwa sebenarnya akan lebih nyaman dan yang jelas aman, jika kita berbagi atau curhat kepada teman sesama jenis. Selain menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersebut diatas, teman sesama jenis itu pola pikirnya lebih sejalan dengan kita, bisa nangis dipelukannya tanpa harus takut dosa, dsb. Semoga kita bisa selalu istiqomah ya.. Semangat..








